TernakKambing Gibas Ekor Gemuk Cara Beternak Kalkun. Ternak Kambing Potong Domba garut sambada farm, menuju pertanian terintegrasi. Domba garut merupakan domba lokal terbaik di indonesia. Selain digunakan untuk seni ketangkasan, domba dengan penampakan gagah ini digunakan untuk kebutuhan.
DombaEkor Gemuk. Domba Ekor Gemuk berasal dari indonesia, banyak terdapat di Madura, Sulawesi, Jawa Timur, dan Lombok. Domba Ekor Gemuk merupakan ternak penghasil daging, dengan pemelihataan intensif dapat diperoleh pertambahan berat badan antara 51-55 gram/hari, Domba Ekor Gemuk memiliki kemampuan menimbun lemak pada pangkal ekornya.
Kambingini memiliki 2 jenis, yaitu kambing gibas ekor tipis dan kambing gibas ekor gemuk. Populasi terbanyak dari gibas ekor tipis berada di Jawa Tengah. Perkembangan dari kambing jenis ini terbilang lamban. Ia dapat memiliki bobot sekitar 30 kg sampai 40 kg untuk jantan dan betinanya memiliki bobot 20 kg sampai 25 kg. Gibas ekor gemuk memilik
Marikita pelajari karakteristik dan identifikasi jenis kambing gibas, diantaranya memiliki ciri - ciri sebagai berikut : Kambing gibas memiliki badan yang sangat sedang, tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Memiliki ekor yang besar; Kambing gibas mempunyai bulu yang panjang dan gimbal, atau bulunya yang keriting. Memiliki
Bismillah Untuk melayani Pembelian Kambing Qurban Idul Idha 1440 H Tersedia di kandang kami Saat ini Kambing Gibas Bertanduk Gemuk dengan Harga Rp 2.300.000 Ayo Buruan datang ke Kandang kami dan Beli Segera sebelum terlambat Semoga Amalan Ibadah Qurban kita diterima ALLOH TA'ALA Jazaakumullahu Khairan wa Barakallahu Fiikum note : harga dan stock bisa berubah-ubah sewaktu-waktu, kami sarankan
Animalfats occupy a special place in the human diet. And if in the national cuisines of individual peoples of the world they have been
UTY4C. Ternak Kambing Gibas Cara sukses ternak Kambing Gibas tanpa ngarit akan saya bahas dalam pertemuan kali ini, di Indonesia ternak kambing merupakan peluang usaha yang masih menjanjikan, mulai dari ternak kambing pedaging, susu kambing, atau kambing kontes. Ternak Kambing Gibas saat ini juga demikian, masih sangat menjanjikan untuk mengais pundi-pundi rupiah. Jenis kambing ini memang sedikit unik dan lucu seperti pada tokok film kartun Shaun the Sheep, sangat mudah di identifikasi jenisnya, Kambing gibas memiliki ekor yang besar, bulu keriting, dan warna bulu pada umumnya putih. Daging Kambing Gibas juga sangat di minati di pasar, rasanya yang lezat dan tidak bau kambing prengus menjadi selera tersendiri bagi penikmat daging kambing. Ternak Kambing Gibas Sangat Efektif Tanpa Ngarit Dengan itu semua ternak Kambing Gibas ini jika di kerjakan dan di kelola dengan baik dan benar maka akan menjadi sebuah terobosan baru untuk menciptakan peluang kerja. Saat ini memang para peternak kambing di Indonesia semakin bertambah, namun hal ini belum mampu menutupi jumlah permintaan pasar yang setiap harinya meningkat. Bukti nyata adalah sampai saat ini pemerintah masih melakukan transaksi impor daging kambing, dan melihat ini semua tentunya kita sebagai pemuda akan semakin bersemangat untuk menjalankan usaha ternak Kambing Gibas. Untuk memberi penyemangat kepada para pengusaha baru yang terjun di peternakan kambing maka PT Natural Nusantara salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang agrokomplek sangat mendukung adanya ternak Kambing Gibas yang di jalankan oleh para peternak di Negara Kita. Bukti nyata terkait dukungan yang di lakukan oleh PT. Natural Nusantara adalah dengan seringnya mengadakan pelatihan ternak Kambing dengan cara modern dan profesional. Selain mengadakan beberapa pelatihan tentang ternak kambing, perusahaan tersebut juga menciptakan produk-produk nutrisi, obat-obatan, suplemen, dan beberapa produk lainnya yang mendukung berkembangnya ternak Kambing Gibas di Indonesia. Kambing Gibas Ramai Di Pasar Hewan Untuk sukses menjalankan usaha ternak Kambing Gibas memang banyak faktor yang mempengaruhi, mulai dari pemilihan bibit, perawatan, dan kandang. Apabila ke tiga hal tersebut dapat kita lakukan dengan secara tekun dan sabar maka bukan tidak mungkin Kita akan sukses untuk menjalankan usaha ini. Kambing Gibas memang populasinya semakin banyak di Negara kita, bahkan kambing ini bisa kita temui di sepanjang jalan pedesaan di saat gerombolan kambing tersebut mencari rumput untuk di makan. Kelebihan kambing ini adalah dapat mengenali kandang tempat tinggalnya sehingga Kambing Gibas dapat di umbar di lepas dengan tujuan untuk mencari makan dengan sendiri. Dengan hal tersebut, jika seorang peternak memungkinkan untuk melepasnya memiliki lahan yang luas dan banyak rumput maka untuk membudidayakan Kambing Gibas tidaklah perlu memberi makan dan mencarikan rumput untuk pakan ngarit Jawa. Tetapi solusi ini tidak dapat di terapkan oleh semua peternak, hanya mereka yang memiliki lahan yang luas saja dalam cara ini, solusi ternak Kambing Gibas tanpa ngarit adalah dengan cara memberinya pakan buatan, pakan buatan dan cara sukses untuk memulai ternak Kambing Gibas akan saya bahas di bawah ini!! 1. Pembuatan Kandang Ternak Kambing Gibas Langkah pertama adalah dengan menyediakan kandang sebagai tempat untuk merawat Kambing Gibas agar dapat berkembang biak dan bertumbuh secara optimal. Dalam pembuatan kandang tidaklah perlu pusing, karena Kambing Gibas adalah salah satu jenis kambing yang hidup dengan bergerombol dan tentunya akan lebih nyaman apabila kandang yang akan kita buat tidak terlalu besar agar lebih menghemat lahan. Cukup dengan ukuran kandang 3 x 1,5 sudah mampu menampung 10 ekor Kambing Gibas, ukuran ini adalah ukuran kandang yang pas untuk kambing yang hidup bergerombol. Ternak Kambing Gibas Model kandang Kambing Gibas yang baik adalah dengan model kandang panggung, kambing di posisikan diatas tidak menyentuh tanah/panggung. Jika saya cermati para peternak Kambing Gibas membuatkan kandang hanya dengan rumah kayu masih di tanah, hal ini tidaklah bagus dalam perkembangan Kambing Gibas. Ruang gerak dan posisi saat makan juga berpengaruh terhadap pencernaan kambing, selain ini yang perlu di perhatikan agar kandang selalu bersih dari kotorannya, kandang panggung adalah solusi tepat. Kotoran nantinya juga wajib di buang di pembuangan kotoran setiap harinya, buatkan pembuangan kotoran khusus agar nantinya mudah untuk di eksekusi untuk pupuk organik. 2. Pemilihan Bibit Kambing Gibas Ternak dan budidaya apapun tidak lepas dari bibit awal yang akan di kembangkan, hal ini juga berlaku untuk ternak Kambing Gibas, bibit adalah modal awal yang harus kita selektif dengan cermat agar menunjang keberhasilan dalam usaha ternak Kambing Gibas yang akan kita kelola. Bibit adalah modal penting, semakin baik bibit maka semakin baik pula tingkat produksi yang di hasilkan. Untuk mengenai cara memilih bibit kambing secara umum dapat Anda simak pada ulasan yang berjudul “Cara TernakKambing Cepat Gemuk Dan Hasil Panen Maksimal”. Dan secara khusus, untuk pemilihan bibit Kambing Gibas ini adalah terletak pada bentuk ekornya, berikut adalah perbedaanya. Kambing Gibas dengan ekor berbentuk cambuk dan gemuk, kambing ini mempunyai karakter yang sangat susah dalam perkembangan pembentukan daging, hal ini sudah banyak di ujicobakan oleh para peternak Kambing Gibas yang sudah berpengalaman dan beberapa penelitian para ahli. Kambing Gibas dengan bentuk ekornya gemuk EG/ekor gemuk memiliki karakter yang mudah dalam perkembangan pembentukan daging, dalam kurun waktu 3 bulan Kambing Gibas dengan ekor tersebut sudah mampu di gemukkan dengan optimal. Ternak Kambing Gibas Tanpa Ngarit Untuk jenis Kambing Gibas ini paling bagus untuk di jadikan bibit adalah saat berumur sekitar 6 bulan karena setelah menginjak usia 6 bulan, Kambing Gibas sudah bisa untuk memulai mengembangkan daging dalam tubuhnya sehingga akan mudah untuk di gemukkan. Apabila Kambing Gibas berusia masih dibawah 6 bulan maka saat masa tersebut adalah masih dalam masa perkembangan dan pertumbuhan tulang sehingga akan memakan waktu yang lebih lama apabila ingin di gemukkan. Jangka waktu lamanya untuk penggemukan harus di perhitungkan karena hal ini akan menambah biaya perawatan. 3. Pemberian Pakan Kambing Gibas Sesuai dengan judul pada ulasan ini “Ternak Kambing Gibas Sangat Efektif Tanpa Ngarit”, maka pada langkah ini kita akan membuat pakan dengan sendiri dengan campuran beberapa bahan yang sudah di fermentasi. Banyak jenis bahan dasar yang nantinya dapat di olah menjadi pakan Kambing Gibas, hal ini tentunya juga tergantung dengan kondisi lingkungan sekitar. Apabila di area tempat tinggal Kita persawahan maka tentunya akan banyak jerami, dan dengan ini jerami dapat di jadikan bahan dasar membuat pakan ternak Kambing Gibas. Yang paling bagus dalam hal kandungan gizi adalah jerami kangkung, dan untuk jerami padi juga bagus, tetapi tidaklah sebagus kandungan gizi dalam jerami kangkung. Jika menggunakan jerami untuk pakan ternak maka hendaknya berhati-hati karena ada bagian padi yang bisa merusak rumen binatang ternak. Hal tersebut dapat kita lihat secara kasat mata dengan bentuk kambing yang hanya gemuk perutnya saja. Bahan-Bahan yang bisa digunakan untuk membuat pakan buatan ternak Kambing Gibas adalah sebagai berikut Jerami, hasil dari tumbuhan pertanian seperti padi, jagung tebon, tebu momol, kangkung, kedelai dan masih banyak lagi Kulit dari umbi-umbian seperti kulit ketela, kulit ubi rambat dll. Kulit kacang-kacangan kulit kacang tanah, kulit kopi, kulit rambutan dll. Sisa sayur-sayuran, agar lebih hemat bisa mengambil dari sisa sayuran pasar. Daun tumbuh-tumbuhan baik yang sudah kering atau belum kering seperti daun lamtoro, daun jambu, daun pisang, dll. Bahan-bahan dasar diatas sebelumnya harus di fermentasi terlebih dahulu agar Kambing Gibas doyan memakannya dan juga bagus untuk kandungan gizi di dalamnya, dan untuk membuatnya bisa menggunakan bahan yang di produksi oleh Natural Nusantara NASA, yaitu dengan nama produknya Tangguh Probiotik Pakan Ternak. Produk ini di buat dengan inovasi terbaik yang terbuat dari bahan organik, berfungsi meningkatkan nilai gizi, rasa pakan, dan juga menambah tingkat kelahapan Kambing untuk memakan hasil fermentasi dari produk ini. Dengan produk Tangguh Probiotik ini memiliki kelebihan dalam hemat waktu untuk proses fermentasi, untuk bahan-bahan dasar yang kering hanya melalui proses 24 jam sudah dapat di berikan untuk Kembing Gibas, sedangkan untuk bahan-bahan tidak kering seperti sayur-sayuran, kulit umbi-umbian hanya dengan lama proses 3 jam sudah dapat di berikan untuk ternak. Hal ini tentunya akan lebih efektif untuk pemanfaatan waktu sangat bagus untuk perkembangan dan pertumbuhan Kambing Gibas karena Tangguh Probiotik dapat meningkatkan nilai gizi. Untuk cara lain membuat pakan buatan untuk ternak Kambing bisa Anda pelajari pada ulasan berjudul “PakanTernak Kambing Dengan Fermentasi Jerami Efektik Dan Murah Tanpa Ngarit”. 4. Perawatan Ternak Kambing Gibas Di dalam perawatan ini tentunya kita di haruskan untuk merawat dan menghindarkan Kambing Gibas dari beberapa penyakit, dan untuk mencegah itu semua Kambing harus di penuhi semua kebutuhan gizinya agar tetap fit dan sehat, selain sehat dengan terpenuhinya gizi yang di butuhkan juga dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan pembuatan daging pada Kambing Gibas. Dengan pemberian pakan yang efektif untuk menunjang kesehatan dan keseimbangan Kambing maka dapat di berikan sebuah produk nutrisi ternak yang di buat oleh PT. Natural Nusantara yaitu Viterna Plus dan POC NASA. Produk ini sangat bagus untuk menunjang berhasilnya ternak Kambing Gibas karena di dalamnya terdapat banyak unsur nilai gizi dan vitamin yang di butuhkan oleh Kambing Gibas. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi dan vitamin pada Kambing maka kesehatan dan pertumbuhan akan lebih optimal. Sangat mudah dalam pemberian Viterna dan POC NASA, hanya dengan mencampurkannya kedalam minuman atau komboran Kambing Gibas. Pemberian secara rutin setiap harinya akan sangat menguntungkan dan sangat menunjang keberhasilan ternak Kambing Gibas yang telah kita jalankan. Nafsu makan kambing akan bertambah lahap dan pertumbuhan, kesehatan yang semakin meningkat. Keuntungan lainnya dengan menggunakan produk ini adalah kotoran ternak akan tidak berbau sehingga nyaman untuk masyarakat yang bermukim di sekitar kandang ternak, untuk memulai ternak Kambing Gibas di area padat penduduk juga tentunya tidak akan bermasalah. Saya rasa untuk memulai usaha ternak Kambing Gibas sangatlah mudah, hanya 4 poin yang perlu kita perhatikan untuk menunjang keberhasilan dalam ternak ini. Ketekunan dan kesabaran selalu menjadi kunci seorang peternak apapun!! Jangan pernah berhenti berharap dan putus asa, yakin akan hal positif tentang sukses dari sebuah ternak yang kita geluti. Salam Sukses Mitra Budidaya!! Artikel Terkait Tentang Budidaya Kambing
Jakarta - Semua peternak pasti ingin hewan ternaknya gemuk dan sehat. Peternak muda asal Lampung memiliki racikan pakan yang bikin kambing jadi gemuk dan bernama Agung ini terbilang baru terjun dalam dunia peternakan kambing namun ia sudah berhasil membuat kambingnya jadi gemuk dan sehat. Jelang idul Adha bahkan kambing milik Agung sudah terjual habis bahkan sebelum momen Idul YouTube channel Indra Palupi Channel 12/8, Agung membeberkan rahasia yang bikin kambing ternaknya gemuk. Di peternakannya, Agung sempat memiliki 120 ekor kambing. Semua kambing ini dalam keadaan kurus. Kisah Agung Peternak Muda yang Sukses Gemukkan Kambing dengan Pakan Fermentasi Foto YouTube Indra Palupi ChannelIa kemudian merawatnya sekitar 3 bulan dan semua kambing jadi gemuk serta sehat. Saking gemuknya kambing ini, Agung berani panen lebih awal. "Kemarin itu panen dini, jadi sudah dipanen sebelum waktunya," ujar seluruh kambingnya sukses menarik perhatian pembeli. Ia hanya menyisakan 5 ekor kambing yang kini juga kondisinya sudah gemuk dan sehat."Sebulan sebelum Idul Adha, kambing ludes dibeli," kata kambingnya sudah habis, ia kemudian membeli kambing lagi dari seorang temannya. Ia membeli dengan sistem borongan, artinya ada puluhan ekor kambing dibeli langsung. Kondisinya beragam, ada yang gemuk dan tak sedikit yang kurus inilah yang akan dirawat hingga menjadi gemuk. Agung memiliki pakan khusus untuk proses penggemukan kambing. Di awal-awal, kambing diberi pakan rumput segar lalu selanjutnya diberi pakan racikan ini disebut dengan makanan fermentasi. Bahan pembuatnya yakni campuran onggok atau limbah bekas pembuatan gaplek yang terbuat dari singkong kemudian dicampur dengan jagung, dedak, bungkil dan prebiotik. Tambahan prebiotik pada pakan ini dimaksudkan agar sistem pencernaan kambing menjadi penggemukan kambing berlangsung dalam waktu kurang lebih 3 bulan. Kambing yang diternak Agung ini jenis Jawa randu. Ketika kambing sudah gemuk, ia akan langsung yang didapat terbilang cukup menjanjikan. Agung menyebut angka Rp 40 jutaan untuk sekali panen kambing. Namun angka ini masih belum bisa menjadi patokan karena Agung masih terbilang baru dalam bisnis ternak kambing Agung Peternak Muda yang Sukses Gemukkan Kambing dengan Pakan Fermentasi Foto YouTube Indra Palupi ChannelKarena prospeknya menjanjikan, Agung berencana menambah jumlah kambingnya. Ia juga berniat memperluas kandang kambingnya agar bisa menampung lebih banyak kambing."Rencananya mau nambah kandang. Gak apa biar pusing sekalian," kalakar Agung sambil peternakannya ini Agung menjual kambing secara satuan ataupun borongan. Jadi kalau ada pembeli yang mau membeli borongan tentu harganya akan lebih murah. Simak Video "Gulai Kambing Spesial ala Chef Aaron, Sajian Menggoda Buat Lebaran" [GambasVideo 20detik] dvs/odi
Jenis Kambing Pedaging. Sama halnya seperti sapi, kambing adalah salah satu hewan ternak yang dipelihara untuk dimakan dagingnya. Oleh karena itu pengembangbiakan kambing memang diperuntukan untuk itu, walaupun ada beberapa kambing yang dipelihara untuk diolah susunya. Lalu apa saja jenis kambing potong yang banyak di pelihara di indonesia? mari kita bahas bersama. jenis kambing Jenis kambing potong yang banyak diternak untuk kebutuhan industri daging di indonesia Kambing Kacang Kambing kacang merupakan kambing yang pertama kali dikembangkan di Indonesia. ini Ras unggul yang memiliki badannya kecil. Tinggi gumba pada yang jantan 60 sentimeter hingga 65 sentimeter, sedangkan yang betina 56 sentimeter, Bobot pada yang jantan bisa mencapai 25 kilogram, sedang yang betina seberat 20 kilogram. Telinganya tegak, berrambut lurus dan pendek. Di Jawa, kambing ini di sebut kambing Jawa. Kambing kacang tidak memiliki garis keturunan yang khusus karena sebagian besar sistem perkawinannya terjadi di lingkungan yang lapang. CIRI – CIRI KAMBING KACANG Tubuh kambing kacang relatif kecil. Telinganya tegak, berbulu lurus dan pendek. Umumnya warna bulu kambing kacang tunggal yaitu putih, hitam, coklat, atau kombinasi ketiganya. memiliki dua tanduk pendek. Berat tubuh jantan dewasa bisa mencapai 30 kg dan betina dewasa mencapai 25 kg. Tinggi yang jantan 60 – 65 cm, sedangkan yang betina 56 cm. Kambing Etawa Kambing Jamnapari kambing etawa Kambing Ettawa atau dikenal juga dengan nama Kambing Jamnapari, jenis kambing yang memiliki dua tipe fungsi yaitu sebagai kambing penghasil susu maupun kambing untuk penghasil daging. CIRI – CIRI KAMBING ETAWA Hidung melengkung dan rahang bawah lebih menonjol Daun telinga panjang, lebar terkulai ke bawah. Badannya besar, tinggi gumba yang jantan 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang betina mencapai 92 sentimeter. Bobot jantan kira –kira bisa mencapai 91 kilogram, sedangkan betina hanya mencapai 63 kilogram. Dahi dan hidungnya cembung. mempunyai tanduk pendek mengarah ke belakang dan ke samping Kambing Jawarandu Jawa Randu kambing jawardu memiliki nama lain Bligon, Gumbolo, Koplo dan Kacukan Kambing Jawarandu merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing Kacang. Kambing ini memliki ciri separuh mirip kambing Etawa dan sebagian serupa dengan kambing Kacang. Kambing kacang dapat menghasilkan susu sebanyak 1,5 liter per hari. Nama lain kambing jawarandu adalah Bligon, Gumbolo, Koplo dan Kacukan. Jenis kambing ini hasil silangan dari kambing peranakan ettawa dengan kambing kacang, sifat fisik kacang lebih dominan. CIRI – CIRI KAMBING JAWARANDU Tubuhnya lebih kecil dari kambing ettawa, bobot kambing jantan dewasa dapat lebih dari 40 Kg, sedangkan betina dapat mencapai bobot 40 Kg. mempunyai tanduk Memiliki telinga lebar terbuka, panjang dan terkulai Kambing Boer kambing boer Asalnya dari Afrika Selatan dan telah menjadi hewan ternak yang ter-registrasi selama lebih dari 65 tahun. Kata “Boer” memiliki arti petani. Kambing boer merupakan kambing pedaging karena pertumbuhannya sangat cepat. Kambing ini mudah beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan sehingga tidak mudah terserang penyakit dan dapat hidup di kawasan semak belukar, lereng gunung yang berbatu atau di padang rumput. Hewan ini lebih menyukai daun-daunan, tanaman semak daripada rumput. CIRI – CIRI KAMBING BOER Kambing Boer Jantan Memiliki postur tubuh yang kokoh dan kuat. Juga memiliki Pundak yang luas dan ke belakang dipenuhi dengan pantat yang berotot. Kambing Boer Betina pertumbuhannya seperti jantan, tetapi kalau di amati betina ini sangat feminine karena kepala dan leher ramping juga mempunyai sifat yang sangat jinak, tidak banyak berulah. masa kehamilan kambing boer betina selama 5 bulan dan mampu melahirkan tiga kali dalam dua tahun. Kambing Saanen kambing saanen kambing ini dari lembah Saanen, Swiss bagian barat. Ini salah satu jenis kambing penghasil susu kambing yang terkenal. Jenis Kambing Pedaging ini sulit berkembang di wilayah tropis karena peka terhadap matahari. Akhirnya jenis kambing ini di Indonesia disilangkan dengan jenis kambing yang lebih resisten dalam lingkungan yang bercuaca tropis dan tetap diberi nama kambing saanen, antara lain dengan kambing peranakan etawa. Ciri-ciri kambing saanen adalah bulunya pendek, warnanya putih atau krim dan ada titik hitam di hidung, telinga dan di kelenjar susu. Hidungnya lurus dan muka berupa segitiga. Telinganya sederhana dan tegak ke sebelah dan ke depan. Ekornya tipis dan pendek. Jantan dan betinanya bertanduk. Berat dewasa 68-91 kg Jantan dan 36kg – 63kg Betina, tinggi ideal kambing ini 81 cm dengan berat 61 kg, di saat tingginya 94 cm beratnya 81 kg. Produksi susu 740 kg/ms laktasi. Kambing Marica kambing marica Jenis kambing kacang salah satunya juga kambing merica. Kambing Marica ini terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan ini salah satu genotipe kambing asli Indonesia yang menurut laporan FAO sudah termasuk kategori langka dan hampir punah endargement. Populasi kambing Marica di daerah Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng dan daerah Makassar di Propinsi Sulawesi Selatan. Ciri – ciri kambing marica Kambing Marica dapat beradaptasi baik di daerah agro-ekosistem lahan kering, dimana curah hujan sepanjang tahun sangat rendah. Kambing Marica dapat bertahan hidup pada musim kemarau walau hanya memakan rumput-rumput kering di daerah tanah berbatu-batu. telinganya tegak dan relatif kecil pendek dibanding telinga kambing kacang. Tanduknya pun berukuran pendek dan kecil tapi jenis kambing ini lincah dan agresif. KAMBING SAMOSIR / Kambing Putih, Kambing Batak kambing samosir keunikan kambing samosir adalah kambing samosir ini dipelihara secara turun temurun di daerah Pulau Samosir, di tengah Danau Toba, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Untuk penduduk setempat yang menganut agama aninisme Parmalim pada awalnya Kambing Samosir udi gunakan untuk bahan upacara persembahan pada acara keagamaan Ciri – ciri kambing samosir jenis kambing lokal Samosir ini hampir serupa dengan kambing Kacang yang ada di Sumatera Utara, yang membedakannya dengan kambing Kacang adalah penotipe warna tubuh yang dominan putih dengan hasil observasi 39,18% warna tubuh putih dan 60,82% warna tubuh belang putih hitam. KAMBING MUARA kambing muara Jenis Kambing Pedaging ini dapat di temukan di daerah Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara di Propinsi Sumatera Utara. Kambing Muara ini terkadang beranak dua sampai empat, tetapi. Walaupun anaknya empat semua dapat hidup sampai besar meski tanpa pakai susu tambahan dan pakan tambahan. Ciri – ciri kambing muara warna bulu bervariasi antara warna bulu coklat kemerahan, putih dan ada juga berwarna bulu hitam KAMBING KOSTA kambing kosta Jenis Kambing Pedaging ini diduga terbentuk berasal dari persilangan kambing Kacang dan kambing Khasmir kambing impor. Kambing Kosta ada di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan disekitarnya serta ditemukan juga dalam populasi kecil di wilayah Tangerang dan DKI Jakarta. Selama ini masyarakat mungkin hanya mengenal Kambing Kacang sebagai kambing asli asal Indonesia, namun terkadang karena bentuk dan performa Kambing Kosta menyerupai Kambing Kacang, seringkali sulit dibedakan antara Kambing Kosta dengan Kambing Kacang, padahal kalau diamati secara seksama ada perbedaan yang cukup signifikan. Ciri – Ciri Kambing Kosta terdapatnya motif garis yang sejajar pada bagian kiri dan kanan muka, bulu rewos di bagian kaki belakang mirip bulu rewos pada Kambing Peranakan Ettawa PE, Tubuh Kambing Kosta berbentuk besar ke bagian belakang sehingga cocok dan potensial untuk dijadikan tipe pedaging. KAMBING GEMBRONG kambing gembrong kambing Gembrong berasal dari daerah kawasan Timur Pulau Bali terutama di Kabupaten Karangasem. Asal usul kambing gembrong ini belum bisa dipastikan. Tapi yang mengira kambing ini merupakan persilangan antara kambing Kashmir dengan kambing Turki. Perkiraan ini didasarkan pada ciri-ciri fisik kambing yang hampir mirip dengan kambing gembrong. Ciri – ciri kambing gembrong berbulu panjang dan panjang bulu bisa berkisar 15-25 cm, bahkan bulu/rambut pada bagian kepala kambing gembrong bisa sampai menutupi muka dan telinga. Rambut panjang juga dimiliki kambing jantan, sedangkan kambing Gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm. Kambing Boerawa kambing boerawa jenis kambing ini adalah hasil persilangan jantan boer dengan betina peranakan kambing etawah, yang akhirnya di beri nama boerawa. nama kambing boerawa ini sebenarnya singkatan dari peranakan etawah dengan boer. hasil persilagan ini mulai berkembang dan jumlahnya semakin banyak di daerah lampung, meski upaya ketika melakukan persilangan kambing boer dengan kambing etawa yang di lakukan di beberapa daerah provinsi misalnya seperti daerah sumetra utara dan Sulawesi selatan. Kambing Barbari kambing barbari kambing barbari adalah kambing yang di temukan di daerah india di wilayah bagian utara serta wilayah Pakistan barat, kambing ini postur tubuhnya lebih kecil jika di bandingkan dengan postur tubuh kambing ettawa dan kambing beetal, kambing ini cukup di kenal di daerah india karena kambing ini penghasil susu. Ciri – Ciri jenis kambing barbari memiliki bulu yang pendek yang biasanya wrna bulu pendek tersebut putih desertai bercak coklat. – untuk tinggi gumba kambing jantan kisaran 66cm – 76 cm. – untuk tinggi gumba kambing betina kisaran 60 cm – 71 cm. – bobot atau berat untuk kambing yang telah dewasa biasanya sekitar 27-36 Kg – jenis kambing ini di sangat di mamfaatkan dengan baik sebab kambing ini memprosuksi susu yang cukup baik dan cukup banyak, pernah ada catatan bahwa kambing ini bisa memperoleh susu 254 hari selama periode berkembangnya laktasi bisa menghasilkan susu 144 Kg. Kambing Beetal kambing beetal kambing beetal adalah jenis kambing yang di temukan di daerah punyab distrik india, Lahore Pakistan barat , Rawalpindi. Kambing ini juga salah satu jenis kambing yang di anggap penting di Negara india, walau kalau kita lihat sepintas kambing ini serupa dengan jenis kambing jamnapari dan memang sering kali kita tahu bahwa jenis kambin gini bersaudaraan dengan kambing jamnapari, karena mukanya roman nose’ dengan telinga yang panjang tapi lebih kecil dari kambing ettawa tapi ini sebenarnya membuat jenis kambing ini tampak seperti ada darah ettawa. Ciri – Ciri kambing Beetal tubuh kambing biasanya di temui bewarna merah coklat dan memiliki bercak belang – belang putih. untuk tinggi gumba kambing jantan kisaran 89 cm untuk tinggi gumba kambing betina kisaran 84 cm bobot atau berat tubuh kambing betina kira- kira bisa mencapai 45Kg selama 224 hari saat periode laktasi kambing ini mampu menghasilkan susu kira – kira sebanyak 195 Kg. dalam setahun kambing beetal hanya 2 kali melahirkan, dan dengan jumlah anak 1 atau kembar 2 kambing untuk satu kali periode melahirkan. Kambing Damaskus kambing damaskus Didaerah timur tengah di antara kambing penghasil susu kambing damaskus ini adalah salah satu kambing yang justru terpenting di sana. banyak yang memelihara kambing ini di daerah wilayah libanon,Cyprus dan Syria. Kambing gini memiliki keunikan tersendiri, mengapa ? sebab kambing ini tidak memiliki tanduk baik itu kambing damaskus jantan ataukambing damaskus betina. Ciri – ciri jenis kambing damaskus kambin gini memiliki bulu yang biasanya di temui bewarna merah atau putih & merah. memiliki wajah/muka yang konveks memiliki telinga yang menggantung & panjang untuk gumba kambing jantan kisaran 75 cm untuk gumba kambing betina kisaran 70 cm bobot atau berat kambing betina dan kambing jantan sekitar 40 – 60 Kg. dalam jangka waktu sehari kambing damaskus dapat menghasilkan susu sebanyak 3 – 4 liter, yang kalau kita rata – rata kan dalam jangka waktu 8 bulan kambing damaskus ini berarti dapat menghasilkan susu sebanyak 300 – 600 Liter. kambin gdamaskus juga memiliki kesuburan yang cukup baik jika di bandingkan dengan jenis kambing sannen, mengapa ? karena kambing damaskus ini bisa menghasilkan 1,76 cempe di tiap kelahirannya. Kambing Aoudad kambing aoudad di amerika jenis kambing aoudad ini sering di sebut barbari yang berarti “ domba “, padahal sebenarnya ini bukanlan domba. jenis kambing ini sebenarnya untuk kedatangannya sendiri berasar dari afrika utara di wilayah Barbary coast dan karena menemukan disitu pada akhirnya di namai Barbary. jenis kambing ini memiliki keunikan tersendiri, mengapa ? sebab aoudad ini memberikan jembatan antara kambing dengan domba, tapi bukan berarti aoudad bukan spesies sejati, mereka teteap spesies sejati bukan terkategori hibrida. Ciri – ciri Aoudad mempunyai ciri – ciri yang di ambil dari kambing dan domba, seperti kadar protein dalam darah aoudad inimengandung 50% darah kambing dan 50% domba. untuk berat pada aoudad berkelamin jantan sekitar 110 – 350 pounds untuk berat pada aoudad berkelamin betina sekitar 90 – 125 pounds tinggi aoudad jantan 36 – 39 inch tinggi aoudad betina lebih pendek 5 inc dari jantan. tidak soal betina atau jantan kambing ini memiliki tanduk Kambing Bagot kambing bagot kambing bagot adalah kambing yang tertua di inggris yang di ternakan awalnya pada tahun 1957, sejarah kambing ini bisa masuk ke Negara inggris sebenarnya bermula dari adanya perang salib di wilayah lembah rhone. Walau kadang kambing ini sulit di bedakan dengan domba, tapi kita bisa coba bedakan dari ciri – ciri kambing bagot berikut. Ciri – ciri kambing bagot kambing ini memiliki ekor menghadap ke atas tanduk kambing ini lebih besar dari domba dan mengarahke atas untuk jenis kambing berkelamin jantan memiliki janggut, dan memiliki dahi yang cembung Kambing Appenzell kambing appenzell Jenis kambing ini pada mulanya berkembang di Negara swiss di wilayah daerah sekitaran canton Appenzell, yang di kembangbiakan dengan mengawinsilangkan antara Appenzell dengan jenis kambing saanen. Ciri – ciri kambing Appenzell Mmeiliki bulu yang bewarna putih dan panjang sedang postur tubuhnya cukup menarik lebih lebar tetapi lebih kecil dari kambing sannen untuk jantan tingginya sekitar 75 – 85 cm bobot atau berat tubuh jantan sekitar 65 Kg untuk betina tingginya sekitar 70-80 cm bobot atau berat tubuh betina sekitar 45 Kg dalam 270 hari dapat menghasilkan susu sebanyak 700-800 Kg Kambing PE Peranakan Etawa kambing pe Jenis Kambing Pedaging ini banyak dimanfaatkan oleh sebagian umat beragama. Kambing unggul ini juga merupakan kambing jenis dwifungsi yang dapat menghasilkan susu serta daging dengan kualitas yang cukup baik. Kambing ini sering menjadi hewan ternak di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Kambing ini memiliki ciri tubuh yang tidak jauh dari kambing etawa, seperti bentuk tubuhnya yang besar, daun telinga yang panjang sekitar 20 cm sampai 25 cm, serta bulu yang lebat di bagian kakinya. Betinanya memiliki ukuran yang lebih besar dari pejantan. Ukuran dewasa rata-rata dari kambing ini memiliki tinggi 60 sampai 120 cm dengan berat badan sekitar 25 kg sampai 100 kg. Selain dagingnya, kambing ini juga dapat menghasilkan susu. Susu yang dihasilkan dari satu kambing per harinya sebanyak 1 liter. Kambing Anglo Nubian kambing Anglo Nubian Jenis Kambing Pedaging ini merupakan kambing hasil kawin silang antara kambing yang berasal dari Afrika dan India. Kambing ini dikembangkan di Inggris oleh British. Kambing ini adalah kambing dwifungsi, yang berarti dapat menghasilkan susu dan daging dengan kualitas yang baik. Masa kawin dari kambing ini cukup lama, sehingga potensi dalam menghasilkan susu dapat terjadi tiap tahunnya. Kandungan dari susu yang dihasilkan memiliki rata-rata yang tinggi pada lemak dan menteganya. Jenis kambing ini memiliki penampilan yang dianggap aristokrat, karena dengan bentuk telinganya yang panjang terjumbai kebawa serta memiliki rambut yang pendek. Warna yang paling umum melekat pada jenis ini adalah warna hitam, merah, dan coklat. Kambing Kiko kambing kiko Jenis Kambing Pedaging yang satu ini memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dibandingakan jenis kambing lainnya. Kambing ini berasal dari Selandia Baru dan mulai dibudidayakan pada tahun 1980 oleh seorang bernama Garrick dan Anne Batten. Meskipun memiliki bentuk tubuh yang cukup besar, kambing kiko ini pandai dalam hal memanjat dan dapat tetap menyeimbangkan badanya saat mulai memanjat sesuatu. Dengan kecerdasan yang dimilikinya, kambing jenis ini sering kali membuat para peternak kualahan, karena sering keluar dari kandang dengan cara melompati pagar. Kambing Gibas Jenis Kambing Pedaging ini hampir mirip dengan kambing kacangan. Kambing ini juga sengaja diternak untuk dimanfaatkan dagingnya. Hewan satu ini sering digunakan sebagai hewan kurban, karena harganya yang relatif murah , sehingga tak heran kambing ini sangat laku dipasaran. Kambing ini memiliki 2 jenis, yaitu kambing gibas ekor tipis dan kambing gibas ekor gemuk. Populasi terbanyak dari gibas ekor tipis berada di Jawa Tengah. Perkembangan dari kambing jenis ini terbilang lamban. Ia dapat memiliki bobot sekitar 30 kg sampai 40 kg untuk jantan dan betinanya memiliki bobot 20 kg sampai 25 kg Gibas ekor gemuk memilik ruas tulang ekor berjumlah 14. Kambing jenis ini mampu menghadapi cuaca ekstrim. Populasi paling banyak dari kambing ini terdapat di daerah Madura, Jawa Timur, dan Lombok. Bobot pejantan dari jenis ini adalah 50 kg hingga 70 kg dan betinanya 30 kg hingga 40 kg. Kambing Murciano kambing murcia Jenis Kambing Pedaging Murciano granadina merupakan kambing yang berasal dari daerah kering Spanyol, lebih tepatnya di Murciana. Tidak hanya itu, perluasan dari perkembangbiakkan kambing ini sampai ke daerah Amerika Latin dan Afrika Utara. Hewan ini tumbuh secara bebas di habitat aslinya. Kambing ini dibudidayakan untuk dapat diambil susu dan dagingnya. Susu dari kambing ini memiliki kualitas yang bagus dan dapat dikatakan sebagai produsen susu yang berkualitas baik. Kambing ini memiliki berat sekitar 30 kg sampai 50 kg untuk betina, sedangkan penjantan dari kambing jenis ini memiliki berat sekitar 50 kg sampai 60 kg. Rata-rata kambing murciano ini memiliki warna kulit hitam atau coklat.
EKOR GEMUK DOMER/COKOL/ KETURUNAN GIBAS Cocok untuk breeding. Paket 1 Rp. * 1 pejantan usia 7-9 bulan harga Rp. * 5 indukan betina 7-9 bulan harga Rp Paket Super Rp. * 1 pejantan 7-9 bulan harga Rp. * 5 indukan betina 7-9 bulan harga Rp. Paket jadi Rp. * 1 ekor pejantan jadi harga Rp. * 5 indukan harga Paket Istimewa Rp. * 1 Pejantan Super Rp. * 5 indukan super Rp. Paket ekslusif. * 1 pejantan istimewa Rp. – Rp. * 5 indukan istimewa Rp. Calon Indukan dara Rp. – Calon pejantan – Dara Super Rp Calon Pejantan Super
Pertanianku – Kambing gibas adalah jenis kambing yang mempunyai ciri-ciri khas berbulu tebal dan gimbal. Sering juga disebut sebagai kambing gimbal. Pada umumnya warna kambing ini adalah putih dengan bulu yang panjang dan tubuh yang lumayan besar. Di Indonesia jenis kambing ini banyak dibudidayakan menjadi salah satu kambing ternak yang menguntungkan daripada jenis kambing biasa. Jenis kambing gibas ini adalah salah satu jenis kambing yang memiliki tingkat adaptasi besar terhadap perubahan iklim dan mampu berkembang biak sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Ada dua jenis kambing gibas dilihat dari ekornya. Berikut kedua jenis dimaksud. Kambing gibas ekor tipis Kambing ini merupakan kambing asli Indonesia yang populasinya banyak terdapat di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kambing ini mempunyai ciri-ciri seperti memiliki tubuh yang kecil, pertumbuhannya lambat, bulu kasar, dan perolehan daging relatif sedikit. Untuk bobotnya sendiri berkisar 30—40 kg untuk kambing jantan. Adapun bobot kambing betina berkisar 20–25 kg. Untuk persentase perolehan karkas adalah 44—49% dari bobot total kambing gibas. Karkas adalah bagian kambing yang memiliki nilai jual tinggi, seperti bagian tulang, daging, dan lemak daging. Ekornya yang tipis, memiliki panjang hanya sekitar 20 cm dengan ketebalan sekitar 3 cm dan lebar pangkal ekor 5,5 cm. Kambing gibas ekor gemuk Kambing yang memiliki ekor panjang dengan jumlah ruas tulang ekor mencapai 14, termasuk ke dalam kambing gibas dengan ekor gemuk. Ciri kambing ini adalah bentuk tubuh yang besar, bulu tebal dan gembel, dan ekornya kasar. Bentuk ekornya cenderung mengecil pada bagian ujung. Di bagian ujung tersebut adalah tempat penyimpanan cadangan lemak. Cadangan lemak tersebut berfungsi sebagai asupan energi ketika kambing sedang menghadapi cuaca ekstrem. Di Indonesia populasi kambing gibas ekor gemuk banyak terdapat di daerah Madura. Bobot dari kambing jenis ini mencapai 50—70 kg untuk kambing jantan dan betinanya berkisar 30–40 kg.
kambing gibas ekor gemuk